Perolehan suara Prabowo-Hatta dikabarkan terus menanjak. Tetapi akankah penambahan suara ini berhasil mengalahkan pasangan Jokowi-JK? Jawaban pasti kita akan tunggu sampai 9 Juli 2014 saat pengambilan suara pilpres.
Yang mengagumkan saya adalah dukungan PKS yang berhasil mendongkrak perolehan suara Prabowo membubung tinggi. Suara PKS yang 6% tampaknya benar-benar mendukung Prabowo. Sedangkan Golkar yang hampir 15% tidak sepenuhnya mendukung Prabowo demikian juga PAN, PPP, atau lainnya.
Perhitungan saya perolehan suara Prabowo: Gerindra 11% + PKS 6% + PAN 5% + sedikit dari Golkar, PPP, dan pribadi Prabowo jadi total 28%. Bagaimana pun ada banyak orang yang mendukung Prabowo meski mereka tidak mendukung salah satu partai koalisinya.
Salut kepada PKS yang terus-menerus dengan konsisten mendukung Prabowo. Seandainya Prabowo menang, mestinya PKS yang paling banyak mendapat kursi menteri. Tetapi tampaknya yang bakal dapat lebih banyak kursi menteri adalah Golkar. Mereka dapat mengklaim dukungannya lebih besar hampir 15%.
PKS sendiri tidak dapat menagih lebih banyak kursi menteri saat ini karena toh Prabowo belum tentu menang. Tetapi begitu Prabowo menang, kursi menteri sudah banyak diambil oleh partai lain yang merasa lebih besar. Jadi selamat berjuang kepada teman-teman PKS.
Sementara perolehan suara Jokowi, perkiraan saya: PDIP 19% + Nasdem 6% + PKB 6% + Pribadi Jokowi 11% jadi total 42%. Masih unggul 14% di atas Prabowo. Akankah Jokowi berhasil mempertahankan keunggulannya?
Suara mengambang masih ada 30%. Bila dibagi rata Prabowo - Jokowi tentu Jokowi akan memenangkan pilpres. Seandainya Prabowo berhasil meraih 2 kali lipat dari Jokowi dari suara mengambang maka tambahan 20% menjadikan Prabowo memperoleh suara 48%.
Ditambah lagi bila Prabowo bisa meraih dukungan dari Golkar lebih besar barangkali total akan melampaui 50%. Dan Prabowo memenangkan pilpres 2014.
Tetapi meraih 20% suara mengambang dan tambahan dari Golkar cukup sulit. Jadi kubu Prabowo harus kerja lebih ekstra lagi. Sementara dukungan PKS sudah maksimal. PKS sudah memberikan semua suara yang mereka miliki kepada Prabowo. PKS sudah banyak berjasa kepada Prabowo.
Sementara kubu Jokowi akan lebih tenang membangun kekuatan. Jokowi melalui JK akan mencuri suara dari Golkar setidaknya 5%. Golkar sendiri tampaknya tidak akan keberatan dengan kondisi ini. Toh bila Jokowi menang maka wapresnya juga kader Golkar. Kursi menteri sudah bisa diprediksi.
Secara pribadi, kesederhaan Jokowi juga bakal menarik suara mengambang. Minimal 5% tambahan suara akan dia dapatkan. Ini sudah cukup bagi Jokowi memenangkan pilpres dengan suara 52%.
Bagaimana pun rakyat yang akan menentukan 9 Juli nanti. Tetap semangat untuk PKS yang dengan seluruh kemampuannya mendukung capres pilihan. Tidak ada yang sia-sia perjuangan dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan.
Salam damai Indonesia...!
Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Juni 2014
Jumat, 06 Juni 2014
Prabowo Sulit Mengalahkan Jokowi
Persaingan Prabowo lawan Jokowi untuk menduduki kursi presiden RI memang ketat. Survey akhir-kahir ini menunjukkan dukungan kepada Prabowo semakin meningkat. Tetapi peningkatan ini tampaknya tidak cukup menjadikan Prabowo unggul. Jokowi masih tetap unggul dan dapat melenggang menuju kursi presiden.
Bukankah masih ada waktu bagi Prabowo untuk mengalahkan Jokowi?
Tersedia waktu sekitar satu bulan. Tampaknya waktu satu bulan tidak akan cukup untuk membalik situasi. Bahkan jika diperpanjang pun tampaknya masih sulit. Tetapi nasib orang siap tahu?
Mengapa Prabowo akan tetap kalah dari Jokowi?
1. Orang Indonesia sulit berubah pikiran
Bagi yang akrab dengan orang Indonesia maklum tentang sulitnya berubah pikiran bagi orang Indonesia. Jauh hari sebelumnya, hasil survey memang menunjukkan bahwa Jokowi lebih unggul dalam perolehan dukungan rakyat Indonesia. Orang yang mendukung Jokowi akan tetap mendukung Jokowi. Begitu juga orang yang mendukung Prabowo akan tetap mendukung Prabowo. Meski masing-masing berkampanye terus-menerus.
2. Perubahan dukungan hanya bagi elite partai
Seandainya pemilihan presiden dilakukan oleh perwakilan / MPR barangkali Prabowo memang akan menang. Dukungan legislatif memang lebih besar ke Prabowo dari ke Jokowi. Tetapi pilpres 2014 dilakukan secara langsung oleh rakyat. Rakyat tidak peduli apa yang dipilih anggota dewan. Mereka yang suka Probowo akan tetap pilih Prabowo. Sedang mereka yang suka Jokowi akan tetap pilih Jokowi. Dan rakyat memang lebih memilih Jokowi.
3. Tambahan dukungan hanya dari partai tertentu
Dari mana hasil survey yang menunjukkan dukungan kepada Prabowo terus meningkat? Tentu saja dari partai pendukungnya. Salah satu partai pendukung terkuat adalah PKS. Di mana PKS telah dikenal dengan sifat militansi para kadernya. Barangkali suara PKS yang 6% cukup mendongkrak perolehan suara Prabowo. Mungkin PAN juga berkontribusi. Tetapi militansi PAN tidak sekuat PKS. Sehingga dukungan PAN ada juga yang sebagian memihak Jokowi.
Golkar adalah yang paling cerdik. Secara resmi Partai Golkar mendukung Prabowo tetapi pasti akan terpecah karena sebagian besar Golkar juga akan mendukung Jokowi melalui JK. Jadi nyaris tambahan suara Prabowo adalah dari PKS yang belum cukup untuk menyusul Jokowi.
Sedangkan pendukung Jokowi tampaknya lebih karena profil pribadi Jokowi itu sendiri. Mereka tidak peduli, dari lintas partai apa saja, yang penting dukung Jokowi. Tentu secara resmi Jokowi dapat suara cukup besar dari PDIP, Nasdem, dan PKB.
Kesimpulannya: Jokowi akan memenangkan perebutan kursi presiden 2014.
Tetapi ini semua hanya opini. Kebenarannya kita tunggu hasil pemilu 9 Juli 2014.
Salam damai dan maju untuk Indonesia!
Bagaimana menurut Anda?
Bukankah masih ada waktu bagi Prabowo untuk mengalahkan Jokowi?
Tersedia waktu sekitar satu bulan. Tampaknya waktu satu bulan tidak akan cukup untuk membalik situasi. Bahkan jika diperpanjang pun tampaknya masih sulit. Tetapi nasib orang siap tahu?
Mengapa Prabowo akan tetap kalah dari Jokowi?
1. Orang Indonesia sulit berubah pikiran
Bagi yang akrab dengan orang Indonesia maklum tentang sulitnya berubah pikiran bagi orang Indonesia. Jauh hari sebelumnya, hasil survey memang menunjukkan bahwa Jokowi lebih unggul dalam perolehan dukungan rakyat Indonesia. Orang yang mendukung Jokowi akan tetap mendukung Jokowi. Begitu juga orang yang mendukung Prabowo akan tetap mendukung Prabowo. Meski masing-masing berkampanye terus-menerus.
2. Perubahan dukungan hanya bagi elite partai
Seandainya pemilihan presiden dilakukan oleh perwakilan / MPR barangkali Prabowo memang akan menang. Dukungan legislatif memang lebih besar ke Prabowo dari ke Jokowi. Tetapi pilpres 2014 dilakukan secara langsung oleh rakyat. Rakyat tidak peduli apa yang dipilih anggota dewan. Mereka yang suka Probowo akan tetap pilih Prabowo. Sedang mereka yang suka Jokowi akan tetap pilih Jokowi. Dan rakyat memang lebih memilih Jokowi.
3. Tambahan dukungan hanya dari partai tertentu
Dari mana hasil survey yang menunjukkan dukungan kepada Prabowo terus meningkat? Tentu saja dari partai pendukungnya. Salah satu partai pendukung terkuat adalah PKS. Di mana PKS telah dikenal dengan sifat militansi para kadernya. Barangkali suara PKS yang 6% cukup mendongkrak perolehan suara Prabowo. Mungkin PAN juga berkontribusi. Tetapi militansi PAN tidak sekuat PKS. Sehingga dukungan PAN ada juga yang sebagian memihak Jokowi.
Golkar adalah yang paling cerdik. Secara resmi Partai Golkar mendukung Prabowo tetapi pasti akan terpecah karena sebagian besar Golkar juga akan mendukung Jokowi melalui JK. Jadi nyaris tambahan suara Prabowo adalah dari PKS yang belum cukup untuk menyusul Jokowi.
Sedangkan pendukung Jokowi tampaknya lebih karena profil pribadi Jokowi itu sendiri. Mereka tidak peduli, dari lintas partai apa saja, yang penting dukung Jokowi. Tentu secara resmi Jokowi dapat suara cukup besar dari PDIP, Nasdem, dan PKB.
Kesimpulannya: Jokowi akan memenangkan perebutan kursi presiden 2014.
Tetapi ini semua hanya opini. Kebenarannya kita tunggu hasil pemilu 9 Juli 2014.
Salam damai dan maju untuk Indonesia!
Bagaimana menurut Anda?
Langganan:
Postingan (Atom)